It's my world

Alhamdulillah, Masya Allah.. bulan Syawal tahun ini, kami sekeluarga diberi kesempatan untuk umroh selama 8 hari. Saya pergi bersama suami, anak-anak, ibu, budhe dan kakak sepupu sekeluarga. Semuanya sekitar 10 orang. 

Saya sudah pernah umroh sebelumnya, begitu pula dengan suami. Tetapi belum pernah bersama-sama. Jadi umroh bersama suami dan anak-anak pada tahun ini membuat saya senang. Alhamdulillah, seperti mendapat rejeki nomplok. 

Persiapannya begitu cepat, bahkan saya dan suami belum memperbaharui paspor. Sedangkan paspor anak-anak, kami belum membuatnya. Karena rencana untuk pergi keluar negeri baru ada tahun depan. Dalam keadaan mendesak dan setelah bolak balik imigrasi Balikpapan, paspor kami pun jadi. 

Sedikit tips untuk jamaah umroh Balikpapan yang akan membuat paspor, ada kebijakan kantor imigrasi Balikpapan untuk menyertakan surat rekomendasi kementrian agama. Hal ini untuk menghindari adanya penipuan travel penyelenggara umroh. Sebelum ke kementrian agama setempat, mintalah 2 surat rekomendasi dari travel (untuk pihak imigrasi dan pihak kementrian agama) dan surat ijin penyelenggara travel. Adanya surat rekomendasi dan surat ijin travel akan mempermudah untuk mendapatkan surat dari kementrian agama. Biar ga bolak-balik melengkapi berkas gitu.. 😊

Kembali ke laptop.. Pada tahun ini, pemerintah Arab Saudi membuka umroh pada bulan Syawal. Padahal tahun-tahun sebelumnya, umroh terakhir biasanya pada bulan Ramadhan dan dimulai kembali setelah bulan Dzulhijjah (musim Haji). Jadi, benar-benar dapat kesempatan langka, pas dengan libur sekolah dan libur kerja suami, dan pas juga dengan Idul Fitri. Lumayan menghemat biaya pesawat sekeluarga Balikpapan-Jakarta. 

Kami umroh menggunakan travel Thayiba Tora di Pasar Minggu, Jakarta (cantumin nama travel boleh dong yaaa 😊). Kami berangkat ke Madinah pada tanggal 28 Juni 2017 dengan menggunakan pesawat Saudia Arabia. Oh iya, naik pesawat Jakarta-Madinah selama 9 jam. Setelah 4 hari 3 malam di madinah, kami melanjutkan 4 hari 3 malam di mekkah. Pulang pun menggunakan pesawat Saudia Arabia. 

Tahun ini di Medinah dan Mekkah sedang musim panas. Suhu paling rendah berada pada 39° C, sedangkan suhu paling tinggi 43° C. Karena suhu yang sedang panas tersebut, kami jarang menghabiskan waktu di luar kamar hotel atau masjid. Karena kondisi anak-anak kurang fit, selama di sana mereka batuk dan pilek. Suami juga sawo matang kulitnya 😁. 

Meski sudah pernah umroh sebelumnya, tapi kota Medinah dan Mekkah tetap membuat saya terkesan. Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, tempat yang sangat nyaman untuk beribadah. Makanan yang di jual di sana cukup cocok dengan lidah saya. Hal tersebut membuat saya ingin kembali dan lebih lama berada di sana. Sayangnya, kami harus kembali untuk beraktivitas seperti biasa. 

Salah satu hal yang saya pahami setelah umroh adalah penduduk di sana selalu menutup toko mereka pada saat waktu sholat. Pembeli biasanya diberi harga murah menjelang waktu sholat, bahkan ditolak agar kembali setelah waktu sholat. Jadi bekerja/berdagang itu seperti mengisi waktu luang diantara jam-jam sholat. Amazing… Masya Allah.

Oh iya, kami membawa dua anak ketika umroh. Anak pertama kami berusia 6 tahun dan anak kedua berusia 4 tahun. Tentu ada suka duka selama perjalanan tersebut, begitu pula dengan persiapan-persiapan menjelang umroh. Semoga lain kali ada waktu untuk menulis kembali.. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: