It's my world

Mainan murah meriah

“Mainan terbaik bagi anak adalah orang tuanya”.

Saya sedang menyenangi kalimat tersebut karena mengingatkan saya bahwa tidak perlu membeli mainan yang mahal untuk anak. Sebagai orang tua, terkadang kita ingin memberi hal yang terbaik bagi anak. Terkadang kata “terbaik” itu bisa berarti “mahal”.

Buat orang tua yang bekerja, tujuan kita bekerja salah satunya untuk menyenangkan dan memenuhi kebutuhan anak. Cara yang biasa dilakukan adalah membelikan pakaian atau mainan. Terkadang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, orang tua rela untuk bekerja keras dan menghabiskan lebih banyak waktunya untuk bekerja. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa yang dibutuhkan oleh anak bukanlah pakaian atau mainan yang bertumpuk-tumpuk? Melainkan kehadiran kita untuk bermain dan menghabiskan waktu dengan anak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan adanya diri kita saja sudah bisa menjadi “mainan” bagi anak? Misalnya saja kuda-kudaan atau gajah-gajahan. Kita tinggal membentuk badan seperti kuda dan menaruh anak dipunggung kita. Jadilah mainan kuda-kudaan.
Teman saya pun memberi ide, main robot-robotan. Saya membayangkan orang tua berjalan seperti robot ketika bermain dengan anak.

Contoh “mainan” yang lain, cublak-cublak suweng. Saya agak lupa dengan cara bermainnya, tapi kalau Anda sedang googling atau punya teman orang Jawa bisa minta diajarkan mainan ini. Inti dari permainan ini, orang tua tetap tidak memakai alat apapun untuk bermain dengan anak. Terakhir kali saya bermain ini, waktu masih kecil bersama ibu saya. Salah satu kenangan manis yang tak terlupa.

Mainan lain tanpa alat, petak umpet. Masih ingat dengan permainan ini? Seharusnya masih🙂 anak umur dua tahun bisa diajak bermain petak umpet, apalagi kalau sudah bisa berhitung. Anak saya senang sekali kalau diminta mencari orang tuanya yang sedang bersembunyi di balik pintu atau di balik lemari.

Apa lagi ya? Mungkin Anda bisa memberi ide lain yang bisa diterapkan pada putra-putri di rumah. Berbagai barang di rumah juga bisa digunakan untuk mainan. Teman saya yang kreatif menulis di blognya ttg mainan yang dibuat sendiri. Blognya bisa dilihat di sini.

Saya sendiri kadang masih membeli mainan edukatif murah meriah. Asal ga bikin kantong jebol, ya ga apa-apalah. Misalnya, hari ini saya jalan-jalan ke Pekan Raya Balikpapan. Di sana banyak mainan murah meriah tapi masih ada unsur edukatifnya. Misalnya, jam tangan anak. Beli yang murah saja. Nah, anak saya bisa belajar tentang angka dan tentang waktu. Saya bisa mengajarkan pagi, siang dan malam. Jadilah, bermain sambil belajar.

Mainan lain yang saya beli adalah kura-kura yang bisa berputar-putar. Kalau untuk anak saya yang pertama, dia tahu tentang kura-kura. Kita juga bisa memberi penjelasan tentang warna dan bentuk dari kura-kura, meski pada mainannya warna tampak berbeda. Sedangkan untuk anak saya yang kedua, bisa belajar tentang gerakan. Apalagi dia sedang belajar merangkak, jadi ada hal yang dapat ia kejar.

image

“Tidak ada rotan, akar pun jadi”. Bermain dengan anak, tidak perlu dibuat sulit dan mahal. Sesuaikan dengan budget dan yang terpenting tetap sediakan waktu untuk bermain dengan anak kita.

Comments on: "Mainan murah meriah" (1)

  1. mainan murah meriah lainnya itu alat masak Ibunya.. mau dbeliin mainan mahalny ky gmn klo liat wajan ama sutil koq ya kalah laku :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: