It's my world

Sebelumnya, saya ingin berterima kasih atas e-mail mbak Mia yang meminta saya untuk melanjutkan cerita pengalaman saya menjalani VBAC. Semoga cerita ini dapat menyemangati ibu-ibu yang ingin VBAC. Memang menulis membutuhkan tekad yang besar, terlebih lagi sudah punya dua anak yang membutuhkan perhatian.

Saya melahirkan anak kedua melalui VBAC pada tanggal 20 Juni 2013. Prosesnya dimulai beberapa hari sebelumnya. Masuk minggu ke 39, saya sempat merasakan kontraksi palsu lagi. Sorenya saya kontrol ke dokter, tetapi dokter menyatakan belum ada pembukaan. Dokter memberi waktu seminggu, jika sampai minggu ke 40 belum melahirkan berarti saya harus menjalani bedah Caesar lagi. Air ketuban pun sudah mulai sedikit karena merembes. Saat itu, sudah mulai pasrah dan meminta diberi jalan terbaik.

Dua hari kemudian yaitu hari Rabu tanggal 19 Juni 2013. Saya mulai merasakan kontraksi kembali. Berdasarkan sebelumnya, saya berpikir bahwa ini kontraksi palsu lagi. Saya mencoba banyak istirahat dan dzikir agar tidak merasa mulas. Hingga malam hari, rasa mulas itu tidak menghilang bahkan bertambah sakit. Saya berusaha menahan dan mengalihkan perhatian. Malam itu saya masih sempat jalan2 ke mol dan mencoba banyak jalan. Namun, saya tidak sanggup berjalan lagi. Saya merasa ada benda yang berusaha menekan ke bawah. Saya seperti lumpuh, kesulitan untuk berjalan. Mertua saya bilang itu tanda mau melahirkan. Saya mencoba tenang malam itu.

Semalaman, rasa mulas itu tidak hilang. Bahkan bertambah sering. Saya hitung rasa sakitnya. Pertama-tama masih 15 menit sekali. Kemudian 10 menit sekali. Dan akhirnya 5 menit sekali. Sepanjang malam, saya tidak bisa tidur dan membangunkan suami beberapa kali karena rasa sakit dan mulas. Jam 2 malam, saya juga membangunkan mertua karena ingin pergi ke RS. Mertua menyarankan untuk beristirahat saja kecuali ada cairan ketuban yang keluar. Memang tetap tenang ketika merasa mulas itu tidak mudah.

Akhirnya saya bisa tidur selama 1-2 jam untuk mempersiapkan stamina ketika melahirkan. Mertua menyarankan untuk makan dan minum teh manis terlebih dahulu sebelum ke rumah sakit. Akhirnya, saya menuruti saran mertua tetapi tidak sempat makan karena rasa mulas itu. Saya dan suami pun langsung ke rumah sakit.

Ternyata memang benar proses melahirkan saya agak lama. Ketika masuk RS, baru pembukaan satu. Pembukaan satu berlangsung cukup lama dari jam sembilan pagi hingga jam setengah 1 siang.

Pengalaman yang menarik adalah setiap bidan atau perawat yang bertugas mengecek kondisi saya selalu bertanya “Ibu yakin mau melahirkan secara normal?”. Saya hanya bertanya balik, “memang kenapa?”. Mereka menjawab “biasanya ibu-ibu yang sudah pernah melahirkan dengan bedah Caesar memilih untuk bedah Caesar lagi.” Pertanyaan dari perawat-perawat itu membuat saya sebal. Dalam hati saya hanya bisa menjawab “Yang penting, dokter saya memperbolehkan untuk melahirkan normal.”

Memang pemilihan dokter juga sangat penting ketika VBAC. Jika dokter kurang kooperatif, biasanya langsung memutuskan untuk bedah Caesar lagi. Saya bersyukur dapat dokter yang mendukung VBAC.

Pada pukul satu siang, saya mulai keluar darah yang banyak. Mulas yang saya rasakan begitu hebat hingga selalu memanggil perawat untuk menemani. Suami saya sempat pergi ke kantor untuk absen dan membereskan pekerjaan.

Setelah keluar darah, saya pun langsung masuk ruang bersalin. Pembukaan berikutnya terasa cepat. 2, 5, 7, 8 dan akhirnya pembukaan 10 pada pukul 4.45 sore. Rasa sakitnya terasa intens, seperti mau BAB tapi harus menahan mengejan. Banyak cairan yang keluar, entah apa saja. Bidan mengatakan bahwa pada ibu yang melahirkan dengan VBAC, rasa mulas dan sakit yang begitu hebatnya bisa dikarenakan kepala bayi sedang melewati bekas jahitan. Selama pembukaan tersebut saya dianjurkan untuk minum air teh manis agar tidak kehilangan tenaga. Banyak berdzikir dan mengurangi teriakan yang tidak perlu.

Meski sudah belajar mengejan ketika senam hamil, rasanya saya perlu mengejan beberapa kali hingga akhirnya kepala bayi keluar. Dokter pun akhirnya menggunting agar kepala cepat keluar. Setelah kepala keluar, rasanya lega, puas, bahagia… banyak bersyukur karena sudah dimudahkan dalam proses kelahiran dan semua sehat.

Kalau ditanya enakan mana, Caesar atau normal? Menurut saya, proses melahirkan tidak ada yang enak. Sama-sama sakit. Bedanya, ketika bedah Caesar terencana tidak perlu merasakan kontraksi yang “teramat sangat”, tetapi tidak bisa langsung beraktivitas. Harus belajar untuk berbaring, duduk dan berdiri. Pakai kateter juga tidak nyaman. Setelah melahirkan Caesar, berjalan agak bungkuk, mandi agak susah. Bekas jahitan bisa jadi keloid yang tidak terlihat indah dan kadang masih nyeri walaupun sudah setahun. Kalau melahirkan secara normal, sakit kontraksinya luar biasa, tapi bisa langsung duduk dan berjalan. Bisa langsung makan apa saja. Kekurangannya setelah melahirkan normal, saya masih merasa nyeri di bagian vagina hingga hampir sebulan.

Sebenarnya melahirkan dengan cara apapun tidak masalah bagi saya. Hanya saja efek dari bedah Caesar bisa menjadi efek jangka panjang, seperti keloid, nyeri pada jahitan. Berdasarkan penelitian terbaru pun, anak yang dilahirkan secara normal punya daya tahan tubuh yang lebih baik. Silakan digoogling saja karena saya kurang mengerti pada bagian ini. Selain itu, proses melahirkan secara normal merupakan proses yang alamiah. Jadi, mengapa harus begitu kuatir dengan hal yang alami?

Beberapa teman yang saya kenal pun akhirnya memilih untuk VBAC. Mereka berusaha dan mencari berbagai alternatif agar dapat melahirkan secara normal. Tentunya keinginan mereka perlu didukung dengan kondisi kesehatan yang baik dan tenaga kesehatan yang paham tentang VBAC. Tidak perlu ngoyo dan tidak perlu bersedih kalo memang situasi tidak memungkinkan.

Saya beruntung langsung dapat dokter yang boleh VBAC dan pro ASI, apalagi setelah keluar anak saya beratnya 3,3 kilo. Padahal beberapa hari sebelumnya diperkirakan 3,1 kilo. Banyak doa dari semua kenalan dan keluarga serta banyak-banyaklah sedekah dapat membantu persalinan dengan VBAC. Good luck🙂

Comments on: "Vaginal Birth After Caesarian (VBAC) bagian II" (9)

  1. Diin Ummu Salamah said:

    Assalamu’alaykum warahmatullaah,
    Hai, mba.. Waaah, seru juga ya pengalaman VBAC.. Jadi tambah semangat meski dagdigdug juga, biar bisa VBAC utk anak kedua nanti, InsyaaAllaah. O iya, Boleh tau kmrn lahiran VBAC nya sm Dokter siapa dan RS mana?? Saya sebenernya org Balikpapan, cuma lg merantau aja skrg, hehe… jaga2 kali aja nanti mesti lahiran di Bppn lagi, kyk anak pertama kmrn. Thanks’s before..

  2. ummu shofi said:

    inspiratif bgt mbk.. Sy jd semangat Vbac jg. Kmrn dsog sy blg hrs cesar lg krn sy hml ktk anak pertama br 1,5th. Skrg khmln 30 mgg,mau cr second opinion nih.. Mhn doanya smua agar sy bs lhrn normal..

  3. Mba boleh tau tdk dokter yg di balikpapan yang pro vbac, coz anak pertama saya lahir melalui caesar…pgen bgt yg kedua bisa nrmal..thanks

    • Sekarang sudah lebih banyak dokter yg pro vbac. Tinggal bagaimana kondisi saat hamil dan menjalin komunikasi yang baik saja dengan dokter. Sampaikan kalau ingin vbac. Kalau semuanya sehat dan memungkinkan, dokter juga akan memperbolehkan🙂

  4. Assalamualaikum.. inspiratif sekali cerita nya bun.. sy jadi tambah semangat untuk vbac di kehamilan kedua ini.. skarang sy hamil jln 6 bln, anak pertama sy usianya sdh 2 thun 4 bln.. minta info siapa dokter yg nanganin vbac nya bun, ? soalnya kebetulan sy tinggal di balikpapan juga.. udah 2 kali periksa ke dokter kandungan dan 4 kali ke bidan semua nyaranin buat caesar lagi. .. padahal sy yakin kalo bisa normal.. terima kasih sebelumnya bun..

  5. Waalaikumsalam Wr. Wb. Mungkin bs ditanya knp tidak bisa normal. Krn memang ada teman saya yang akhirnya tidak bisa normal krn pinggul sempit. Saya ke dsog perempuan praktek malem di siloam mbak. Tp kalo ga salah beliau juga praktek di rspb dan panacea.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: