It's my world

Seringkali kita mendengar ucapan “happy breastfeeding” atau “enjoy breastfeeding” sebagai tanda penyemangat bagi para ibu yang sedang menyusui anaknya. Kenapa ibu menyusui perlu disemangati dan merasa bahagia? Karena produksi ASI salah satunya berkaitan dengan hormon oksitosin dimana hormon ini akan bekerja jauh lebih baik jika ibu berada pada kondisi bahagia dan tenang.

Mekanisme Menyusui  

Menyusui merupakan proses yang cukup kompleks. Proses tersebut melibatkan hormon prolaktin untuk refleks pembentukan ASI dan hormon oksitosin untuk refleks pengeluaran ASI.

Setiap kali bayi menghisap payudara, maka ia akan merangsang ujung saraf sensoris di sekitar payudara dan merangsang kelenjar hipofisis bagian depan untuk menghasilkan hormon prolaktin. Hormon prolaktin ini akan masuk ke peredaran darah kemudian ke kelenjar payudara yang menyebabkan sel-sel di pabrik ASI untuk menghasilkan ASI. Makin banyak ASI yang dikeluarkan dari pabrik ASI, maka akan semakin banyak produksi ASI. Dengan kata lain, makin sering bayi menyusu, makin banyak ASI diproduksi. Sebaliknya, bila bayi berhenti menghisap atau payudara tidak sering dikosongkan, maka payudara akan berhenti memproduksi ASI.

Berbeda dengan hormon prolaktin, hormon oksitosin dihasilkan oleh bagian belakang kelenjar hipofisis. Hormon oksitosin akan masuk ke peredaran darah kemudian ke kelenjar payudara yang menyebabkan sel-sel otot disekitar payudara berkerut dan ASI terperas keluar. Jadi meskipun produksi ASI cukup banyak (hormon prolaktin bekerja), akan tetapi apabila hormon oksitosin tidak bekerja, maka bayi tetap tidak mendapatkan ASI yang memadai. Payudara seolah-olah berhenti memproduksi ASI, padahal yang terjadi payudara tetap menghasilkan ASI tapi tidak mengalir keluar. Hal yang dapat menghambat produksi hormon oksitosin adalah munculnya emosi-emosi negatif, misalnya cemas, sedih, marah, khawatir, takut, kesal atau bingung. Selain itu, rasa sakit terutama ketika awal menyusui.

Manajemen Emosi Ibu Menyusui

Agar hormon oksitosin dapat bekerja dengan lancar, maka ibu menyusui perlu mengelola emosi-emosi di dalam dirinya. Berikut ini merupakan cara agar ibu dapat menyusui dengan perasaaan senang dan bahagia:

1. Banyak istirahat

Melahirkan adalah proses yang mengeluarkan banyak energi. Oleh karena itu, untuk memulihkan tenaga, seorang ibu perlu banyak istirahat. Mintalah bantuan suami atau keluarga untuk menjaga bayi sementara ibu sedang istirahat. Waktu yang cukup untuk istirahat akan memberikan dampak yang besar bagi pemulihan diri secara fisik, emosi dan mental. Menyusui pun menjadi lebih tenang dengan banyak istirahat.

2. Menanggulangi rasa sakit ketika menyusui

Para ibu yang baru menyusui bayinya terkadang merasakan sakit pada puting. Untuk menanggulangi hal tersebut, ibu dapat mengoleskan ASI di sekitar puting. Selain itu, ibu dapat mengubah posisi setiap kali menyusui sehingga ibu tidak mengalami rasa sakit secara terus menerus di tempat yang sama. Cobalah menyusui dengan sering, tetapi dengan jangka waktu yang sebentar. Karena jika jarang menyusui, bayi akan lebih lapar dan membuat puting lebih sakit. Pada awal menyusui, ibu terkadang juga mengalami pembengkakan payudara. Hal ini dapat diatasi dengan mandi air hangat atau kompres dengan kol dingin.

3. Mendekatkan diri dengan bayi

Hubungan perasaan dan curahan kasih sayang ibu terhadap bayi juga dapat memicu hormon oksitosin. Misalnya, memeluk dan mencium bayi, kontak mata dan kontak kulit. Meski terkadang tidak mudah untuk menjalin hubungan baik tersebut, adanya bantuan dari pihak lain akan sangat membantu proses menyusui.

4. Makan makanan favorit

Ibu menyusui disarankan untuk makan makanan yang bervariasi dan seimbang. Selain itu, ibu menyusui perlu lebih banyak mengkonsumsi air putih. Beberapa pantangan bagi ibu menyusui adalah minuman beralkohol, mengandung kafein, dan soda. Makanan yang dapat memicu alergi juga sebaiknya dihindari. Selain itu, ibu menyusui tidak memiliki pantangan makanan, bahkan makan makanan favorit dapat membuat ibu lebih banyak memproduksi ASI.

5. Relaksasi

Berbagai latihan yang bersifat merilekskan maupun menenangkan seperti meditasi, yoga, dan relaksasi progresif dapat membantu memulihkan ketidakseimbangan saraf dan hormon dan memberikan ketenangan alami.

6. Sentuhan dan Pijatan

Ketika menyusui, terkadang ibu mengalami ketegangan di punggung, bahu dan leher. Cobalah untuk melemaskan atau memijat bagian tersebut setelah menyusui agar dapat menghilangkan otot yang kaku dan tegang. Ibu juga dapat meminta bantuan suami untuk memijat bagian yang kaku. Adanya sentuhan atau pijatan dari orang lain juga dapat membantu mengalirkan ketenangan dan mengurangi rasa sakit pada ibu menyusui.

7. Tersenyum dan tertawa

Jangan meremehkan kekuatan dari tersenyum dan tertawa setelah melahirkan. Para peneliti mengatakan bahwa senyuman dapat mengencangkan otot di pipi yang mengalirkan darah ke otak dan memicu pikiran positif. Setiap ibu memiliki caranya masing-masing untuk membuat dirinya tetap senang. Misalnya, menonton film komedi, mengobrol dengan suami dan keluarga, membaca buku, dan lain-lain.

8. Dukungan suami dan keluarga

Ketika ibu mulai menyusui, ibu membutuhkan lingkungan yang mendukung. Pada saat inilah, suami dan keluarga perlu mengambil peran untuk mendukung ibu menyusui. Hal yang terpenting adalah ibu membutuhkan suasana dan lingkungan yang kondusif demi keberhasilan memberikan ASI.

Semoga cara-cara di atas dapat membantu ibu menyusui untuk merasa bahagia sehingga proses produksi dan aliran ASI tetap lancar. Happy breastfeeding….🙂

* Tulisan saya untuk @FormASI KALTIM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: