It's my world

Tahapan tumbuh kembang seringkali disebut-sebut sebagai panduan orang tua untuk mengetahui sejauh mana tahapan perkembangan anaknya. Apakah anaknya mengikuti tahapan perkembangan seperti halnya anak yang lain dan apakah anaknya sudah mengalami pembelajaran yang semestinya. Untuk lebih memahami tentang tumbuh kembang anak, mari membahas tentang istilah tersebut secara sekilas. “Tumbuh” berarti terjadi perubahan kuantitatif pada fisiknya. Misalnya, bertambah tinggi, bertambah berat, lingkar kepala, dan jumlah gigi bertambah. Sedangkan “kembang” mengacu pada perubahan kualitatif anak. Misalnya, kemampuan kognitif dan emosi. Agar perkembangan anak tampil dengan baik, para ahli menyarankan agar orang tua memberikan pengasuhan yang penuh perhatian dan kasih sayang.

Tumbuh kembang dimulai ketika anak berada dalam kandungan dan berlanjut hingga anak menginjak periode sekolah (0-5 tahun) atau disebut juga sebagai periode emas. Untuk mendukung tumbuh kembang anak, orang tua dapat memberikan nutrisi dan stimulasi terbaik sebelum lahir. Ibu menjaga kondisi tubuhnya dengan makan makanan yang bergizi dan seimbang. Selain itu, ibu dapat mengajak bicara janin dalam kandungan dan menjaga emosi diri tetap stabil agar perkembangan anak dapat terjaga.

Ketika anak telah lahir, dukungan orang tua terhadap tumbuh kembang anak adalah dengan memberikan ASI (Air Susu Ibu). Mengapa dengan memberikan ASI? 1) ASI merupakan nutrisi yang terbaik bagi bayi dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi setelah lahir. Pemberian nutrisi yang terbaik dapat mencegah timbulnya penyakit dan mengoptimalkan “tumbuh” pada anak.  2) Pemberian ASI juga berkaitan dengan pertumbuhan pesat otak anak sehingga membantu dalam meningkatkan tingkat kecerdasan atau kemampuan kognitif. 3) Pemberian ASI berkaitan dengan jalinan kasih sayang. Bayi yang sering berada dalam dekapan ibunya karena menyusui dapat merasakan kasih sayang, rasa aman, tentram dan terlindung. Perasaan terlindung dan disayang inilah yang kemudian membentuk kepribadian anak menjadi aktif dan percaya diri atau dengan kata lain mengoptimalkan “kembang” anak.

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan, bayi yang diberi ASI menunjukkan tumbuh kembang yang lebih baik jika dibandingkan dengan bayi non ASI.  Suatu penelitian di Honduras menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI eksklusif hingga 6 bulan dapat merangkak dan duduk terlebih dahulu. Selain itu, penelitian dari Angelsen, dkk (2001) menunjukkan bahwa bayi yang diberikan ASI kurang dari 3 bulan memiliki tingkat IQ yang lebih rendah daripada bayi yang diberikan ASI lebih dari 6 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ASI yang lebih lama memberi keuntungan pada perkembangan kognitif anak. Sebuah penelitian tentang ASI di Indonesia (2009) juga menyatakan bahwa anak yang mendapatkan ASI lebih lama dapat membuat sikap dan perilaku anak menjadi lebih baik.

Karena pentingnya periode tumbuh kembang anak, berikut ini terdapat beberapa tips agar para ibu dapat membesarkan buah hati secara optimal:

  1. Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan pemberiannya hingga 2 tahun.
  2. Setelah memberikan ASI, para orang tua perlu memperhatikan asupan makanan yang diberikan pada anak-anak. MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) yang berimbang, sehat dan dibuat dari rumah akan jauh lebih baik bagi tumbuh kembang anak. Apalagi makanan yang dibuat dengan penuh cinta oleh ibunya sendiri.
  3. Berikan rangsangan dan stimulasi semua indra anak. Tanpa adanya rangsangan dari lingkungan, tumbuh kembang anak pun dapat terhambat. Mengajak bayi bermain “cilukba” atau menggunakan kerincingan merupakan rangsang yang berguna bagi bayi untuk mengenal diri dan lingkungannya. Setiap rangsang yang diberikan oleh orang tua pada anaknya tidak pernah menjadi sia-sia karena dapat membantu latihan motorik-sensorik yang bermanfaat ketika anak besar nanti.
  4. Para ibu perlu memiliki tempat pelepasan stres sepulang kerja atau setelah mengerjakan pekerjaan rumah. Karena ibu yang lebih bahagia dapat mengasuh anak yang lebih bahagia pula. Pada akhirnya, tumbuh kembang anak juga dapat lebih optimal.

Daftar Pustaka:  Sekartini, R. & Tikoalu, J-R. 2008. ASI dan tumbuh kembang anak. Jakarta: IDAI

* Tulisan saya untuk @FormASI KALTIM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: