It's my world

Separuh aku..

Lagi booming lagu Noah (eks Peterpan) yang sepotong liriknya, “separuh aku.. dirimu“. Lirik ini sepertinya akan mengena buat orang yang lagi mengharapkan kehadiran seorang pasangan. Akan tetapi, lirik ini juga mengena buat saya yang sudah menikah. Kebetulan juga sebentar lagi, kami akan menjalani usia pernikahan yang ketiga. Jadi lagunya pas banget.

Bagi saya, “separuh aku” di sini adalah suami saya. Separuh aku yang melengkapi dan menyeimbangkan diri, begitu mungkin rasanya menikah. Saya cenderung cerewet, suami cenderung pendiam. Saya cenderung rapi dan teratur, suami cenderung acak-acakan. Saya suka di tempat yang aman dan nyaman, suami cenderung suka di tempat yang alami “back to the nature”. Saya teliti soal keuangan, suami cenderung kurang peduli. Saya cenderung berpikir yang mudah atau simpel, suami berpikir rumit atau kompleks.

Entah beberapa kali kami sering berselisih paham dan saling memberikan “label”. Misalnya, cerewet, matre, jorok, dll. Akan tetapi, selama ini kami masih merasa dalam batas wajar dan kadang dibawa santai atau bercanda saja. Kalau dibawa terlalu serius, malah masalah tidak akan selesai.

Setelah menikah, saya baru menyadari perkataan teman saya, Siti Rizki Mauludina. Dua individu dalam pernikahan tersebut akan saling tarik menarik dalam sisi sifat dan kebiasaan. Salah satu haruslah mengalah atau beradaptasi. Menurut saya, adaptasi tersebut memang sangat dibutuhkan. Suami istri perlu saling tarik ulur dalam menyikapi sifat dan kebiasaan pasangan. Jika tidak beradaptasi, mungkin saja pernikahan tersebut tidak akan bertahan. Analoginya sebuah tali yang sudah tegang, jika terus dipaksakan akan putus.

Buang itu sifat egois atau menang sendiri. Pernikahan tidak akan berhasil dan tidak akan sehat dengan mempertahankan sifat egois. Bayangkan suami atau istri yang tidak mau merayu pasangan karena merasa dirinya terlalu hebat. Bayangkan suami atau istri yang selalu merendahkan pasangannya. Bayangkan suami atau istri yang mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan pasangan. Apakah pasangan tersebut akan bertahan lama pernikahannya? Silakan, dijawab sendiri.

Apa suami pernah saya rasa egois? Pernah… tentu saja pernah. Kalau sudah seperti itu, saya hanya bisa bernyanyi dalam hati. (Kalau bisa sih menyanyi di depan suami. Tapi, suka ga pede nyanyi :D)

Sayangku… 

Dengarkanlah isi hatiku…

Cintaku…

Dengarkanlah isi hatiku…

Kalau dipikir-pikir, kami sudah saling beradaptasi sejauh ini. Kami sudah berhasil melewati beberapa masalah-masalah besar. Kami tahu kapan pasangan terlihat marah atau kesal. Kami tahu kapan harus diam, kapan harus berbicara. Hingga saat ini, kami masih beranggapan sesulit apapun masalah, masih dapat diselesaikan. Entah bagaimana nanti karena masih banyak masalah yang akan kami lalui.

Salah satu tips saya ketika sedang marah dengan suami: terus cari kebiasaan atau sifat baik pasangan. Jangan sampai semua hal tentang suami itu buruk. Misalnya, suami sudah sangat sabar menghadapi saya. Suami adalah ayah yang baik bagi anak saya. Suami saya sudah bekerja keras bagi saya dan anak. Suami sudah begitu perhatian pada saya, mau meluangkan waktu untuk bersama-sama. Ditutup dengan kalimat dalam hati, “I love you, ayah…”

Tips lain adalah carilah kesamaan dengan suami. Misalnya, kami senang jalan-jalan. Kami senang berburu kuliner. Kami senang bercanda. Kami senang bersosialisasi dengan orang lain. Kami senang melakukan kegiatan organisasi. Kami saling menguatkan satu sama lain dan sebagainya. Hingga saat ini, tips tersebut masih saya gunakan dan cukup berhasil.

Tanpa kehadiran pasangan, hidup terasa tidak lengkap dan pincang. Separuh diri terasa hilang. Bagi saya, mempertahankan pernikahan adalah keharusan.

Di tahun ketiga ini, doaku… Panjangkanlah jodohku dengan suami hingga akhir usia kami. Semoga pernikahan ini bertahan hingga akhir hayat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: