It's my world

Pernikahan yang berhasil..

Mau tau bagaimana ciri pernikahan yang berhasil, coba cek di sin:

1. Kedua individu mandiri dan dewasa.

Semakin dewasa dan mandiri, individu tersebut semakin mudah untuk mengembangkan hubungan dalam pernikahan. Kemandirian dan kedewasaan meningkat seiring usia, salah satu alasan yang baik untuk menunda pernikahan. Faktanya, prediktor terbaik dari kesuksesan pernikahan adalah usia pasangan. Hal ini disebabkan pasangan yang lebih tua cenderung lebih stabil dan mengetahui hal yang mereka inginkan dalam pernikahan.

2. Kedua individu tidak hanya mencintai satu sama lain, tetapi juga diri sendiri.

Kepercayaan diri adalah hal yang paling penting dalam hubungan pernikahan. Sulit untuk mencintai orang lain tanpa mencintai diri sendiri. Individu perlu merasa aman dan percaya diri sebelum mereka benar-benar dapat memberi dan mencintai orang lain.

3. Kedua individu menikmati kesendirian maupun kebersamaan mereka.

Untuk menyeimbangkan kesendirian dan kebersamaan, pasangan tersebut perlu untuk menikmati kegiatan masing-masing. Ketika menikmati kegiatan masing-masing, pasangan akan ingat bahwa hubungan tersebut berharga dan meningkatkan pentingnya kerbersamaan. Terlalu sering bersama dapat menimbulkan perilaku negatif dimana indvidu ingin mengontrol pasangan dan tidak dapat menghargai pasangan.

4. Kedua individu memiliki pekerjaan.

Pekerjaan yang stabil dan memuaskan dapat meningkatkan keamanan emosional dan finansial. Ketika pasangan memiliki pekerjaan yang baik, mereka dapat mencurahkan lebih banyak waktu dan energi untuk hubungan tersebut. Sebaliknya, semakin tertekan dalam pekerjaan, semakin sedikit energi positif untuk hubungan.

5. Kedua individu memahami diri sendiri.

Hubungan pernikahan membutuhkan keterbukaan dan kejujuran antara pasangan. Mereka harus dapat mengevaluasi kelebihan dan kekurangan secara obyektif dan tidak menyalahkan orang lain. Mereka juga harus mengetahui hal yang mereka inginkan dan dapat berikan pada pasangan.

6. Kedua individu dapat mengekspresikan secara asertif.

Salah satu kunci untuk mengembangkan keintiman adalah asertivitas – mengekspresikan diri dalam perilaku positif secara langsung. Individu yang tidak asertif dalam komunikasi seringkali mengadopsi pendekatan pasif agresif.

7. Kedua individu merupakan teman sekaligus kekasih.

Ketika individu fokus pada kebutuhan kekasih, mereka akan mengetahui bahwa kekasih mereka cenderung untuk fokus pada kebutuhan sendiri. Untuk mencapai hubungan yang sukses, seseorang perlu mengurangi fokus pada kebutuhan sendiri. Pasangan perlu mendukung, perhatian dan tidak posesif satu sama lain agar setiap individu dapat mengembangkan serta meraih potensi masing-masing. Pasangan tersebut akhirnya mendapatkan manfaat.

Jadi, bagaimana pernikahan saat ini? Sudah cukup baik dan berhasil? Jika belum, ada hal yang bisa dievaluasi dan diperbaiki?

Pernikahan adalah perjalanan jangka panjang sehingga masih mungkin untuk dievaluasi dan diperbaiki asal ada itikad baik dari kedua belah pihak untuk mempertahankan pernikahan. Jika masih ada ganjalan atau masalah yang tidak terselesaikan dalam pernikahan, bisa mencari pihak ketiga  yang dapat menengahi secara netral seperti konselor pernikahan atau psikolog. Karena jika berkonsultasi dengan pihak yang tidak netral dapat memperburuk keadaan yang sudah ada.

Sumber:

Olson, D. H. & DeFrain, J. (2006). Marriages and families: intimacy, diversity and strengths .(5th ed.) Boston: McGraw-Hill.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: