It's my world

Self-Disclosure

Self-disclosure (Pengungkapan diri):

Proses bagaimana seseorang menceritakan mengenai diri mereka yang personal meliputi pikiran, perasaan, dan pengalaman kepada orang lain.

Self-disclosure merupakan hal yang penting dalam memahami diri seseorang. Melalui self-disclosure, seseorang dapat membuka diri sehingga orang lain dapat mengenal, memberikan penilaian, dan menerima dirinya. Hal ini juga dapat membantu seseorang untuk mengenal dan menerima diri sendiri yang kemudian akan membantu orang tersebut memperkaya konsep diri. Selain itu, self disclosure membantu seseorang untuk mendapatkan bantuan menghadapi masalah dan mendapatkan kontrol sosial terhadap perilakunya.

Mengapa disclosure itu bermanfaat dan nondisclosure berbahaya?

1. Nondisclosure dapat berasal dari perasaan malu dan bersalah.

Biasanya seseorang menyembunyikan informasi atau sering berbohong karena mereka merasa malu mengenai hal yang terjadi pada diri mereka. Mungkin juga seseorang dapat menilai bahwa informasi tersebut ”salah” atau ”memalukan”. Orang yang menyembunyikan sesuatu atau nondisclosure menunjukkan adanya hal negatif atau tidak menyenangkan tentang diri mereka sendiri.

Self-disclosure dapat bermanfaat bagi orang yang mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan. Self-disclosure dapat mengeluarkan perasaan bersalah atau malu tentang masalah yang sebelumnya disembunyikan. Disclosure dapat membantu seseorang melihat diri mereka lebih positif karena mereka telah membuka rahasia. Sebaliknya orang yang tidak pernah membuka diri kepada orang lain mengenai peristiwa yang mereka alami, mungkin akan merasa lebih buruk dan malu mengenai diri mereka sendiri karena tetap menyembunyikan informasi yang negatif.

2. Nondisclosure (sebagai penghambat) menimbulkan stres psikologis

Nondisclosure dapat menghambat pemikiran atau perasaan seseorang sehingga membuat stress dan dapat mengakibatkan gangguan secara fisik maupun psikologis. Jika seseorang dapat mengkonfrontasi informasi dan emosi negatif dengan berbicara dengan orang lain atau dengan berpikir aktif mengenai apa yang terjadi, maka efek negatif dapat ditanggulangi.

3. Nondisclosure meningkatkan pikiran obsesional

Pengalaman traumatis dapat meninggalkan memori yang sulit untuk dilupakan. Misalnya, seseorang yang pernah melihat orang terdekatnya meninggal mungkin memiliki perasaan bersalah menjadi bagian dari penyebab kematian itu, meski orang tersebut meninggal secara alami.

Ketika masalah muncul, seseorang tentunya berusaha untuk menghindari pikiran yang kurang menyenangkan, mungkin dengan tidak memikirkan atau dengan tidak membagi perasaan dan pemikiran terhadap orang lain. Semakin menghindari untuk membicarakan tentang pengalaman traumatis, semakin sulit untuk membuang pikiran yang tidak diinginkan. Stres yang berhubungan dengan pemikiran obsesif dapat meningkatkan masalah kesehatan. Self-disclosure dapat memberikan pelepasan untuk berpikir tentang kejadian yang menyenangkan, membiarkan seseorang untuk menghayati hal yang sedang terjadi.

4. Self-disclosure dan dukungan sosial

Dengan adanya self-disclosure akan mendapatkan dukungan sosial, baik secara esteem support, informational support, instrumental support, dan motivational support.

  • Contoh esteem support: mendapatkan penerimaan, cinta, dan dihargai meski sedang memiliki masalah.
  • Contoh informational support: orang lain mungkin dapat menawarkan informasi, nasehat, dan arahan dalam menghadapi masalah.
  • Contoh instrumental support: dapat membantu mengurus diri ketika sedang sakit atau mendapatkan musibah.
  • Contoh motivational support: jika masalah tidak mudah diselesaikan, orang lain dapat memberikan dukungan atau motivasi.

Kapan self-disclosure menjadi tidak bermanfaat?

1. Self-disclosure yang akan menambah kesadaran negatif.

Self-disclosure akan bermanfaat sebagai penanggulangan stres karena dapat menambah pemahaman mengenai hambatan seseorang. Akan tetapi, informasi yang negatif mungkin dapat memfokuskan perhatian pada kekurangan dan kesalahan sehingga membuat individu merasa lebih parah. Informasi yang negatif ini dapat mengakibatkan kondisi mood yang negatif pula. Oleh karena itu perlu berhati-hati dalam menyampaikan informasi negatif.

2. Membicarakan tentang perasaan negatif`sebagai antisipasi dari peristiwa tidak menyenangkan.

Waktu pengungkapan yang tidak tepat dapat mempengaruhi reaksi mengatasi masalah. Jika seseorang mengantisipasi peristiwa yang penuh stres, maka menceritakan perasaan sebelum mengalami peristiwa itu akan dapat menimbulkan efek negatif. Namun seseorang yang membicarakan perasaan mereka setelah peristiwa penuh stres, maka akan menghasilkan pengalaman positif dengan mengganti perasaan negatif yang ada sebelumnya atau telah mendapatkan pemahaman mengenai hal yang terjadi.

3. Penerima self-disclosure yang memberikan dukungan sosial negatif.

Orang yang mengalami kurang menyenangkan dapat berbicara dengan teman atau keluarga untuk mendapatkan dukungan sosial. Dukungan tersebut dapat membantu. Meskipun begitu ada pula orang yang memberikan dukungan negatif. Misalnya, memberikan nasehat yang tidak tepat, keceriaan yang dipaksakan, identifikasi terhadap perasaan (mis: gue tau perasaan lo). Dukungan positif yang dapat dilakukan adalah menunjukkan perhatian, mengatakan bahwa “gue dapat dihubungi jika lo perlu”, dan memberikan kesempatan untuk mendiskusikan perasaan.

Memilih penerima self-disclosure yang sesuai dan tidak sesuai

Seseorang dapat kehilangan privasi dengan memilih penerima disclosure yang tidak sesuai. Contohnya seseorang yang “bocor” atau “ember” dan membagi rahasia kita kepada orang lain yang kita tidak inginkan atau orang yang menggunakan pesan ketika disclosure untuk melawan diri kita. Oleh karena itu, seseorang hendaknya berbagi dengan penerima yang sesuai, yang akan menjaga rahasia.

Individu yang sesuai untuk menjadi penerima disclosure adalah orang yang dapat menerima pesan, memiliki keahlian untuk memahami pesan dari orang yang memberi, motivasi untuk membantu, dan kebijaksanaan (kemauan untuk membatasi akses dan melindungi kerahasiaan pemberi pesan).

Ada orang yang tidak sesuai sebagai penerima disclosure bukan karena mereka tidak bisa dipercaya atau tidak bijaksana. Individu yang mungkin tidak sesuai sebagai penerima disclosure dapat juga karena akan muncul masalah relasi dengan orang lain. Misalnya, A, B, dan C merupakan sahabat dekat dari kecil. Namun, A (pemberi disclosure) pernah merasa disepelekan oleh B sehingga ia pun mengajak C (penerima disclosure) untuk menghindari B. Hal ini akan merusak persahabatan ketiganya.

Apa saja yang biasanya kita informasikan kepada orang lain mengenai diri kita yang dianggap sebagai self -disclosure?

  1. Descriptive self-disclosure

Yaitu informasi dan fakta mengenai diri seseorang yang kurang lebih personal, seperti kebiasaan minum, jumlah saudara laki-laki dan perempuan, dan lain-lain.

  1. Evaluative self-disclosure

yaitu ekspresi dari perasaan, opini, dan penilaian personal. Hal ini misalnya ”saya malu untuk mengatakan perasaan saya”, ”saya sayang kamu”, ”saya tidak suka bayam”, dan sebagainya.

Self disclosure dapat dilihat dari pesan verbal yang ditunjukkan seseorang kepada orang lain dan bagaimana reaksi penerima pesan tersebut. Selain itu self disclosure juga dapat dilihat dari pesan nonverbal, misalnya nada suara, gerakan tangan, bahasa tubuh, dan lain-lain.

So, sudahkah kita melakukan self-disclosure dengan teman, sahabat, atau keluarga kita?

Referensi:

DuBrin, A. J. (2000). Applying psychology and individual organizational effectiveness (5th ed.). New Jersey, USA: Prentice Hall, inc.

Derlega, V.J., Metts, S. Petronio, S. dan Margulis, S.T. (1993). Self-disclosure. California, USA: Sage Publication.

Modul Self-Disclosure untuk recovery program (Zulfa Febriani-Sarwendah I.)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: